Kisah Induk Gajah Temani Anaknya yang Mati Undang Simpati Warganet

Induk gajah setia menemani anaknya yang tewas tertabrak truk di Malaysia (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, PERAK – Seekor anak gajah mengalami kecelakaan saat menyebrang jalan bersama induknya. Peristiwa itu terjadi Negara Bagian Perak, Malaysia pada Minggu (11/5) dan viral di media sosial.

Dikutip dari The Strait Times, Selasa (13/5), video anak gajah yang terkapar karena kecelakaan tersebut beredar di masyarakat. Tampak juga induk gajah berada di samping anaknya yang mati.

Bacaan Lainnya

Dari video yang beredar, tampak induk gajah sedang kepala menempel di sisi truk, seolah-olah ingin membebaskan anaknya yang tergeletak tak bergerak di bawah kendaraan. Video tersebut mendapat ribuan komentar simpati dari warganet di seluruh dunia.

“Sedih sekali ibu ini, menunggu anaknya tapi tidak kunjung keluar (dari kolong truk). Dia punya hati seorang ibu meski dia binatang,” kata seorang netizen.

“Seolah olah induk gajah masih menganggap anaknya masih hidup,” ujar yang lain.

Menurut media lokal Sinar Harian, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 2 dini hari di Jalan Raya Timur-Barat dan melibatkan truk yang digunakan untuk mengangkut ayam. Yusoff Shariff, Direktur Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Perak (Perhilitan), mengatakan bahwa badan tersebut diberitahu tentang kecelakaan itu sekitar pukul 3.30 dini hari.

“Seekor anak gajah jantan yang masih berusia lima tahun mati, setelah ditabrak truk saat menyeberang jalan Bersama induknya,” dikutip dari Sinar Harian.

Yusoff mengatakan pihaknya mengerahan operasi pemantauan untuk menangkap induk gajah dan memindahkan ke daerah yang lebih aman. Sebab, induk gajah tidak mau pindah dari lokasi anaknya.

Terpisah, Kepala Pusat Penelitian Keselamatan Jalan Raya Universitas Putra Malaysia Teik Hua Law mengatakan sensor gerak, jalur getaran, dan penyeberangan yang ditinggikan dapat membantu menurunkan angka kecelakaan bagi hewan-hewan yang dilindungi.

“Langkah-langkah ini dapat menurunkan bahaya kecelakaan secara signifikan jika dikombinasikan dengan peningkatan rambu-rambu dan upaya peningkatan kesadaran publik,” seperti dikutip dari New Straits Times.

Sejak tahun 2020, sebanyak 2.361 hewan liar dilaporkan tewas akibat tertabrak kendaraan, menurut pernyataan Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia. (au)

Pos terkait