Israel Menembak Hancur Pesawat Jemaah Haji Asal Yaman

Serangan udara Israel ke bandara utama Yaman di ibu kota Sanaa menghancurkan pesawat Yemenia Airways yang hendak mengangkut jamaah haji ke Arab Saudi (Foto: AFP)

INDONESIA98.COM, SANAA – Militer Israel menghancurkan pesawat yang akan digunakan mengangkut jemaah haji dari Yaman ke Jeddah, Arab Saudi. Pemboman pesawat pada Rabu pagi (28/5) merupakan bagian dari empat serangan udara militer Israel di Bandara Internasional Sanaa.

Menurut laporan media, dikutip dari Aljazeera, Kamis (29/5), pesawat yang dihancurkan adalah sebuah pesawat Airbus 320, yang datang dari Bandara Internasional Queen Alia Yordania pagi ini.

Bacaan Lainnya

Israel telah mengebom Bandara Internasional Sanaa tiga pekan yang lalu, membuat bandara tersebut tidak dapat digunakan dan menghancurkan tiga pesawat Yemen Airways yang sedang parkir di sana.

Serangan militer Israel menargetkan landasan pacu dan pesawat Yemeni Airlines. Serangan udara pada pesawat dan landasan pacu di Bandara Internasional Sanaa diungkap Khaled Al-Shaif, direktur bandara, melalui akun media sosial X dengan menuliskan “pesawat fungsional terakhir milik Yemeni Airlines di Bandara Internasional Sana’a, sehingga menghancurkannya sepenuhnya”.

Dalam pernyataannya, Al-Shaif menjelaskan bahwa pesawat tersebut baru saja selamat dari serangan sebelumnya pada 6 Mei, dan baru mendarat 30 menit sebelum diserang setelah kembali dari Bandara Internasional Queen Alia, Yordania.

Pesawat tersebut membawa 150 penumpang. Saat pengeboman terjadi, pesawat itu dijadwalkan untuk mengangkut 300 jemaah haji ke tanah suci

Berdasarkan informasi Flightradar24 yang diperoleh Aljazirah, pesawat tersebut dijadwalkan terbang menuju Jeddah di Saudi membawa penumpang yang akan menunaikan ibadah haji. Pada Jumat (30/5), bandara tersebut mengumumkan akan mengoperasikan dua penerbangan sehari ke Jeddah selama sembilan hari untuk mengangkut jamaah.

Pemimpin Houthi Abdel-Malik al-Houthi menggambarkan serangan Israel di bandara Sanaa sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan dukungan rakyat Yaman terhadap Palestina. Ia berjanji mempertahankan dukungan kuat gerakannya terhadap Hamas.

“Kami berjuang untuk mendapatkan posisi yang lebih kuat di samping rakyat Palestina, yang mengalami tingkat penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya, menurut kantor berita SABA yang dikelola pemerintah. (au)