INDONESIA98.COM, MEDAN – Ketua Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (BPW HIPKA Sumut), Anggi R Lubis beserta jajaran pengurus melakukan silaturahmi ke Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara diterima langsung oleh Khoirul Muttaqien sekaligus sebagai moderator pertemuan beserta jajarannya, pada Rabu (17/9)
Dalam silaturahmi tersebut, Anggi R Lubis menyampaikan tantangan dan situasi perbankan dalam menyalurkan kredit sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi indonesia termasuk menyambut baik ide Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyalurkan dana sebesar Rp 200 Trilyun ke beberapa Bank BUMN.
“Saat ini penyaluran kredit belum menyentuh semua kalangan pebisnis sehingga perlu solusi-solusi dalam meningkatkan stimulus ekonomi khususnya di Sumatera Utara seperti masalah ekonomi hijau dan petani kopi termasuk pengusaha properti tidak bisa mengajukan pinjaman membeli lahan tetapi begitu sudah ready, bank siap melakukan perikatan dengan konsumen dalam memiliki rumah,” ujar Anggi.
Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator adalah menyelenggarakan pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, khusus Bank BPD Sumut langsung di bawah pengawasan OJK termasuk permodalan syariah serta melakukan banyak kerja sama dengan organisasi pengusaha hingga sekolah dan pesantren.
“OJK menilai kebijakan pemerintah untuk menempatkan dana Rp200 triliun di Bank BUMN dapat membuka ruang lebih luas bagi penyaluran kredit dan sektor – sektor yang belum bisa dapat kredit, perlu alternatif permodalan seperti Angel investor di Indonesia adalah individu atau sekelompok individu kaya yang memberikan dukungan pendanaan dan Siap bekerjasama dengan HIPKA Sumut,” ujar Muttaqien.
Diskusi dalam pertemuan ini sangat dinamis dan aktif seperti peran OJK dalam mengatasi judi online (judol) yang saat ini telah melibatkan semua kalangan masyarakat dan khusus di Sumut ada 5 (lima) kepala desa terlibat dalam Judol dan meningkatkan literasi masyarakat termasuk pelajar dalam menggunakan rekening karena saat ini banyak disalah gunakan.
“Pertemuan ini bukan awal karena akan ada pertemuan – pertemuan selanjutnya dalam rangka kerjasama HIPKA dan Ojk sehingga masalah – masalah pelaku ekonomi mulai dari petani hingga pengusaha bisa diatasi dengan optimal termasuk pendampingan desa tertinggal,” tandas Anggi yang juga lulusan IPB tersebut.




