Bangun Keluarga Berkualitas, BKKBN dan Delia Pratiwi Ajak Warga Binjai Siapkan Generasi Emas

UNDONESIA98.COM, BINJAI – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu, S.H., terus memperkuat edukasi dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pembangunan keluarga berkualitas melalui kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta ini menghadirkan masyarakat, aparatur kelurahan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif, dengan berbagai diskusi seputar kesehatan keluarga, pencegahan stunting, pola asuh anak, hingga peran ayah dalam keluarga.

Bacaan Lainnya

Turut hadir sebagai narasumber Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Anita Latifah, S.Si., M.H., Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Ari Armawan, S.Kom., serta Ketua Tim Bina Ketahanan Remaja OPD-KB Kota Binjai, Maria Nina Ita, S.ST.

Delia Pratiwi: Keluarga Berkualitas Menjadi Kunci Indonesia Emas 2045

Dalam paparannya, Delia Pratiwi menekankan bahwa membangun keluarga berkualitas merupakan investasi penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, keluarga tidak hanya perlu merencanakan jumlah anak, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh pendidikan, kesehatan, perhatian, dan asupan gizi yang baik.

Delia juga mengajak masyarakat memahami pentingnya perencanaan kehamilan melalui berbagai pilihan kontrasepsi, seperti pil KB, suntik, implan, IUD, hingga metode kontrasepsi jangka panjang.

Perhatian khusus turut diberikan pada upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pencegahan anemia pada ibu, pemberian ASI, serta keterlibatan kedua orang tua dalam pengasuhan anak.

Ia menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kesiapan keluarga dalam memberikan pengasuhan dan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.

Anita Latifah: BKKBN Hadir Mendampingi Keluarga Sepanjang Siklus Kehidupan

Sementara itu, Anita Latifah menjelaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN kini hadir dengan berbagai program prioritas yang menyentuh seluruh siklus kehidupan, mulai dari persiapan pernikahan, kehamilan, pengasuhan anak, masa remaja, hingga lanjut usia.

Sejumlah program diperkenalkan kepada masyarakat, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (MBG 3B).

Melalui dialog bersama peserta, Anita secara khusus mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam kehidupan anak, termasuk mengantar sekolah, mengambil rapor, serta membangun komunikasi yang hangat di rumah.

Ia juga menekankan pentingnya pengawalan distribusi MBG 3B oleh penyuluh dan kader agar manfaat program benar-benar diterima kelompok sasaran.

Ari Armawan: Masa Depan Keluarga yang Baik Harus Direncanakan

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Ari Armawan, menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana bukan sekadar mengatur kelahiran, melainkan membangun keluarga yang sehat, bahagia, mandiri, dan berkualitas.

“Kalau kita ingin masa depan keluarga tetap manis, tentu semuanya harus direncanakan dengan baik. Mulai dari pernikahan, kehamilan, jumlah anak, pendidikan, hingga masa depan keluarga,” ungkap Ari dalam penyampaian materinya.

Ia menjelaskan bahwa transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga semakin memperluas peran pemerintah dalam mendampingi keluarga Indonesia.

Salah satu bentuk pendampingan tersebut adalah melalui program Bina Keluarga Balita (BKB), yang membantu orang tua memahami pola asuh, pemenuhan gizi, serta stimulasi tumbuh kembang anak.

Ari juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan dan diperkuat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pendampingan Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan kader yang berada di wilayah masing-masing.

Pemkot Binjai Dorong Gotong Royong Cegah Stunting

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Bina Ketahanan Remaja OPD-KB Kota Binjai, Maria Nina Ita, S.ST menyampaikan berbagai upaya Pemerintah Kota Binjai dalam memperkuat program pembangunan keluarga, termasuk menggalang partisipasi masyarakat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program tersebut mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan status gizi calon ibu, termasuk pengukuran lingkar lengan atas sebagai salah satu langkah deteksi risiko kekurangan energi kronis.

Selain itu, Kota Binjai terus memperkuat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Generasi Berencana (GenRe).

Bersama Membangun Generasi Emas dari Keluarga

Sosialisasi berlangsung penuh antusiasme. Peserta aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman, dan berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai persoalan keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN bersama Komisi IX DPR RI berharap masyarakat semakin memahami bahwa pembangunan keluarga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif ayah, ibu, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Sebab, Indonesia Emas 2045 tidak lahir begitu saja. Generasi emas harus dipersiapkan sejak hari ini, dimulai dari keluarga yang sehat, terencana, dan penuh kasih sayang. (Hn)