INDONESIA98.COM, JAKARTA – Ketua MPR Ahmad Muzani meminta kasus organisasi masyarakat (ormas) yang meresahkan publik segera diselesaikan. Hal ini merespons aksi premanisme ormas di lokasi pembangunan pabrik mobil listrik asal China, BYD, di Subang, Jawa Barat.
“Di satu sisi saya kira investasi harus dijaga bukan hanya oleh peraturan dan daya dukung yang memadai. Ada peraturan yang memadai, ada daya dukung yang memadai seperti infrastruktur. Tapi juga ada kondisi sosial masyarakat yang juga harus kondusif,” kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/4).
Muzani mengatakan jika ada tindakan ormas yang menyimpang maka harus dituntaskan. Ia menyebut investasi bagi Indonesia adalah instrumen penting yang keberadaannya harus dijaga.
“Semuanya harus sesuai dengan iklim investasi. Jika ada satu-dua di antara hal-hal tersebut tentu saja itu harus segera diselesaikan termasuk oleh kelompok kekuatan masyarakat atas nama apapun,” ujarnya.
“Karena investasi adalah bagian dari hal penting yang menjadi instrumen bagi pembangunan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Kasus premanisme oleh ormas diketahui kembali menjadi sorotan. Terbaru, ormas disebut mengganggu pembangunan pabrik produsen mobil asal China, BYD, yang berlokasi di Subang.
Kabar ini pertama kali disampaikan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno saat memenuhi undangan pemerintah China dalam rangkaian kunjungan di Shenzhen, China. Terkait ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyatakan akan mendalami kasus ini dan berkoordinasi dengan BYD. (au)









