INDONESIA98.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di China dilaporkan telah terdeteksi di Indonesia. Beberapa anak telah terpapar virus HMPV.
“HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV,” kata Menkes di Jakarta, Senin (6/1).
Dia menegaskan virus HMPV berbeda dengan COVID-19. Kata dia, HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.
Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki karakteristik mirip dengan flu biasa, dengan gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Sebagian besar orang yang terinfeksi akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.
Penularan virus HMPV yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.
Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.
“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” ucap Menkes.
Untuk diketahui, HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Dalam beberapa kasus berat, virus ini dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia. Walaupun biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, virus ini lebih berisiko bagi anak-anak dan lansia.
Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita penyakit kronis (diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung), memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi HMPV. Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Namun, perawatan suportif seperti menjaga hidrasi, mengendalikan demam, dan beristirahat dinilai cukup efektif dalam meringankan gejala.
Virus HMPV Terdeteksi Masuk Ke Indonesia, Menkes Tegaskan Beda Dengan COVID-19



