Polemik Lagu Bayar Polisi, Polda Jateng: Kita Hargai Kegiatan Berekspresi Kesenian

Pelantun Lagu Bayar Polisi, Sukatani Band (Foto: Instagram Sukatani Band)

INDONESIA98.COM, SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) mengakui bahwa pihaknya bertemu dengan Sukatani Band perihal lagu Bayar Bayar Bayar. Pertemuan itu dilakukan di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kita kemarin memang sempat klarifikasi terhadap Band Sukatani tersebut dan hasil klarifikasi kepada grup band tersebut kita menghargai kegiatan untuk berekspresi dan berpendapat melalui kesenian,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Artanto, Sabtu, (22/2).

Bacaan Lainnya

Setelah pertemuan tersebut, dua personel Sukatani, Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel, mengungkapkan permintaan maaf mereka melalui unggahan video di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri serta institusi kepolisian secara keseluruhan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar yang mengandung lirik ‘bayar polisi’,” ujar Alectroguy.

Alectroguy menjelaskan bahwa lagu Bayar Bayar Bayar tidak dimaksudkan untuk menyudutkan Polri secara umum, melainkan sebagai kritik terhadap oknum yang melakukan pelanggaran aturan. Ia juga mengumumkan bahwa lagu tersebut telah dihapus dari platform streaming seperti Spotify.

“Kami telah mencabut dan menarik lagu Bayar Bayar Bayar dari semua platform digital. Sekali lagi, kami memohon maaf atas lirik dalam lagu tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Korps Bhayangkara menegaskan tak bertindak antikritik terkait lagu Bayar Bayar Bayar. Polri menyebutkan ada sejumlah acara seni yang rutin digelar mereka, salah satunya stand up comedy.

“Institusi Polri yang modern salah satu syaratnya tidak antikritik, maka ada beberapa kegiatan setiap tahunnya. Kita ada stand up comedy itu segmen yang mengkritik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta pada Jumat, (21/2). (rp)