Diteror Kepala Babi, Pimred Tempo Lapor Polisi dan Bawa Sejumlah Bukti

Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Erick Tanjung Saat di Temui di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta (21/3) (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Pimred Tempo, Setri Yastra, melaporkan teror kepala babi yang ditujukan kepada reporternya, Francisca Christy Rosana alias Cica, ke Bareskrim Polri, Jumat (21/3). Pelaporan tersebut didampingi tim dari Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) dan tim legal Tempo.

“Hari ini kita akan bikin laporan terkait teror pengiriman paket kepala babi ke kantor redaksi Tempo yang ditujukan kepada seorang jurnalis perempuan Tempo yang juga sebagai host Bocor Halus,” kata perwakilan advokat dari KKJ, Erick Tanjung, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/3).

Bacaan Lainnya

Laporan bernomor STTL/153/III/2025/BARESKRIM tersebut telah diterima pihak Bareskrim pada Jumat sore.

Erick menyampaikan, pelaporan ini dilakukan karena teror tersebut merupakan simbol ancaman pembunuhan. Sejumlah barang bukti pun sudah dibawa guna memperkuat pelaporan tersebut.

“Bukti-buktinya sudah kita siapkan, termasuk CCTV, kemudian dugaan teror dan telepon dari orang yang tidak dikenal dari nomor-nomor yang dari luar negeri, itu kita siapkan,” ucap Erick.

Erick menjelaskan, teror ini merupakan ancaman terhadap kerja-kerja jurnalistik Tempo dan bukan hanya menyasar individu korban saja. Oleh karena itu, peristiwa ini juga menandakan adanya ancaman kebebasan pers.

“Siapapun itu pelakunya ini harus diungkap, harus diusut. Jadi gitu,” tutur Erick.

Erick pun mendesak agar Polri mengusut tuntas peristiwa teror ini. Bukan hanya siapa pengirimnya saja, tapi hingga otak pelakunya.

“Kenapa kita membuat laporannya ke Mabes Polri bukan di Polda atau Polres terdekat, karena supaya Kapolri juga tahu ada ancaman serius kepada kemerdekaan pers yang serius kepada Tempo sekarang,” ujarnya.

Sebelumnya, Jurnalis Tempo mendapat kiriman kepala babi pada Rabu, (19/3). Upaya teror itu dilakukan oleh orang tak dikenal yang ditujukan kepada seorang jurnalis perempuan, Francisca Christy Rosana.

Kepala babi dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam. Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra menduga paket itu merupakan upaya teror terhadap karya jurnalisme Tempo.

“Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik,” kata Setri pada Kamis, (20/3). (au)

Pos terkait