INDONESIA98.COM – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengungkapkan semakin banyak negara-negara di dunia yang mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Hal ini menurutnya semakin mengucilkan Israel dan sekutu-sekutunya.
“Meningkatnya jumlah negara yang mengakui Palestina, khususnya di Eropa, semakin mengisolasi Israel dan para pendukungnya,” kata Fidan dalam konferensi pers bersama Menlu Venezuela Yvan Gil di Ankara, Kamis (23/05) waktu setempat.
Melalui konferensi pers yang digelar selepas pertemuan ke-empat Komisi Kerja Sama Turki-Venezuela itu, Fidan juga menegaskan kembali pentingnya Palestina menerima pengakuan yang sah, dan menyerukan kepada komunitas Internasional untuk bersama-sama menghentikan serangan membabi-buta dan biadab yang dilakukan Israel kepada warga sipil Palestina.
“Sudah waktunya bagi komunitas internasional untuk mengesampingkan sikap diamnya dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan genosida yang dilakukan oleh rezim rasis dan fundamentalis Israel, baik secara diplomatis maupun melalui implementasi keputusan yang diambil,” kata dia.
Dalam pertemuannya dengan Gil, Fidan menegaskan komitmen Turki dan Venezuela yang memiliki pandangan yang sama dalam sikap politik mereka terhadap apa yang terjadi di Palestina.
“Kami memiliki pandangan yang sama dengan Venezuela mengenai Gaza,” kata Fidan.
“Kami bertindak dengan cara yang sama. Kami juga mengambil sikap bersama di platform internasional.Kami telah memutuskan untuk melanjutkan upaya bersama kami untuk menghentikan pembantaian di Gaza dan mengakui negara Palestina,” katanya.
Sejalan dengan Turki, Menlu Venezuela Yvan Gil juga menegaskan sikap politiknya untuk mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, serta mengecam Israel yang menurutnya telah melakukan “genosida” terhadap warga sipil Palestina.
“Venezuela dengan tegas mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan bebas. Kami menentang genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan ini,” kata Gil.
Gill juga sekaligus mengajak negara-negara di seluruh dunia untuk sama-sama mendesak Israel agar mengakhiri kejahatannya serta mendukung kemerdekaan dan perdamaian di Palestina.
“Kami percaya Palestina harus diakui sebagai negara otonom,” kata Gil seraya mendesak tindakan internasional untuk menjamin keadilan dan perdamaian bagi Palestina.
Sebagaimana diketahui, Israel memulai serangan brutalnya di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 untuk membalas serangan Hamas, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di wilayah kantong tersebut.
Akibat serangan tersebut, sedikitnya 35.800 warga Palestina telah tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 80.200 lainnya terluka. Selain itu, Israel juga memblokade akses makanan, air bersih dan obat-obatan. (Jan)









