Pesawat Air Busan Terbakar, Api Diduga Berasal Dari Kompartemen Bagasi Atas

Pesawat Air Busan Terbakar di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada Selasa (28/1).

INDONESIA98.COM, BUSAN – Pesawat Air Busan dengan nomor penerbangan BX391 mengalami kebakaran di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada Selasa (28/1) malam dengan tujuan Hong Kong.

Pesawat tersebut terbakar sebelum lepas landas pada pukul 22.26 waktu setempat. 176 orang di dalam pesawat (169 penumpang dan 7 kru), berhasil dievakuasi dengan selamat pada pukul 23.31.

Bacaan Lainnya

Hingga Rabu sore, tujuh orang dirawat karena mengalami luka-luka. Empat di antaranya adalah awak kabin yang mengalami nyeri dada akibat menghirup asap.

Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami nyeri pada tulang ekor dan punggung yang terjadi selama proses evakuasi.

Penjabat Presiden dan Menteri Keuangan Korea Selatan, Choi Sang-mok, memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden ini, Rabu (29/1).

Menurut sistem informasi teknis penerbangan dari Kementerian Perhubungan, pesawat Air Busan telah beroperasi selama lebih dari 17 tahun tanpa riwayat kecelakaan dalam 12 tahun terakhir.

Sementara itu, penumpang mengatakan kebakaran tampaknya berasal dari barang bawaan yang disimpan di kompartemen bagasi atas di bagian belakang pesawat.

“Terdengar suara berderak dari kompartemen bagasi atas, diikuti oleh asap,” kata seorang penumpang yang duduk di bagian belakang pesawat kepada Kantor Berita Yonhap.

“Seorang pramugari meminta kami untuk tetap duduk, dan mereka datang dengan membawa alat pemadam kebakaran.”

“Namun, asap tebal telah memenuhi kabin, dan percikan api mulai menyembur dari kompartemen,” ucap penumpang tersebut.

“Saat asap mulai memenuhi kabin, seorang penumpang yang duduk dekat pintu darurat membuka pintu tersebut, sementara pramugari lainnya membuka pintu darurat di sisi lain agar penumpang dapat mengevakuasi diri,” tambahnya.

Air Busan merupakan maskapai bertarif rendah yang merupakan bagian dari Asiana Airlines, yang pada bulan Desember lalu diakuisisi oleh Korean Air.

Pihak Airbus menyatakan bahwa mereka mengetahui insiden ini dan sedang berkoordinasi dengan Air Busan.

Insiden ini terjadi satu bulan setelah kecelakaan udara mematikan di Bandara Muan, yang melibatkan pesawat Jeju Air dari Bangkok. Dalam kecelakaan tersebut, pesawat jatuh saat melakukan pendaratan darurat dengan perut pesawat, menewaskan 179 orang.(Au)

Pos terkait