INDONESIA98.COM, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya menyebut kondisi beras impor sebanyak 300.000 ton yang disimpan selama 6 bulan di gudang masih dalam kondisi baik.
Menurut dia, Bulog telah melaksanakan pemeliharaan dan perawatan terhadap beras-beras impor tersebut.
“Usia simpannya memang enam bulan, cuma masih dalam kondisi baik Pak. Kita melaksanakan pemeliharaan itu secara berkala dan sudah dilaksanakan kemarin,” ucap Novi di dalam Rapat Komisi IV DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Pernyataan Novi tersebut menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR Mufti Anam terkait dengan temuan beras rusak sebanyak 300.000 ton di gudang Bulog.
Karena itu, Mufti pun meminta penjelasan Perum Bulog. Berdasarkan hitungan pihaknya, Mufti bilang beras rusak ini telah merugikan negara mencapai Rp3,6 triliun.
“Di awal tahun 2025 kemarin ada berita yang sedikit mengganggu pikiran kami yaitu adanya 300.000 ton beras di gudang Bulog yang rusak. Kalau saya hitung-hitung 300.000 ton itu dikali 1.000 kg, dikali Rp12.000 duitnya banyak sekali, Rp3,6 triliun duit negara yang dibuang sia-sia,” ucap Mufti.
Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto menjelaskan Bulog memiliki cara untuk memelihara beras impor yang rusak antara lain dengan menaati Standar Operasional Prosedur (SOP), dan perawatan fungsi sanitasi secara berkala.
“Kita merawat secara rutin. Secara berkala kita perlukan perawatan. Stok beras kita kan banyak sekali,” kata dia.
Sebelumnya, Perum Bulog buka suara soal adanya temuan beras yang berkutu di gudang Bulog. Beras memang merupakan komoditas pangan yang mudah diserang hama ketika proses penyimpanan. Terlebih Bulog biasanya menyimpan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam waktu yang cukup lama. (au)






