INDONESIA98.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan dimulainya kembali negosiasi damai dengan Ukraina tanpa prasyarat. Putin mengusulkan perundingan dengan Ukraina dilaksanakan pada Kamis (15/5) di Istanbul, Turki.
Dalam pidato penutup peringatan 80 tahun kemenangan atas Nazi Jerman yang digelar meriah di Moskow, Putin menegaskan bahwa Rusia siap melanjutkan perundingan yang sempat terhenti pada akhir 2022.
“Kami tidak pernah menolak dialog. Justru kami mengajukan kembali usulan untuk melanjutkan perundingan langsung di Istanbul, di mana pembicaraan sebelumnya juga berlangsung,” kata Putin dikutip dari laman resmi kepresidenan Rusia, Minggu (11 /5).
Ia juga mengapresiasi peran Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan berharap Turki kembali memfasilitasi proses damai.
Lanjut soal perang di Ukraina, Putin menegaskan bahwa Rusia terbuka untuk perundingan damai yang menyasar akar konflik dan menuju perdamaian jangka panjang. Ia menolak model “gencatan senjata semu” yang justru digunakan untuk memperkuat kembali pasukan Ukraina.
“Kami ingin perdamaian nyata, bukan jeda untuk persiapan perang berikutnya. Tawaran kami jelas. Kini keputusan ada di tangan otoritas Kiev dan para patron mereka di Barat,” ujarnya.
Sebelumnya, Negara-negara besar Eropa, dengan dukungan Donald Trump Presiden Amerika Serikat, telah menyerukan gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari di Ukraina.
Mereka juga mengancam akan menjatuhkan sanksi baru berskala besar terhadap Rusia jika tidak ada kemajuan menuju perdamaian dalam beberapa hari ke depan. (au)






