Pagar Laut di Tanggerang Rugikan Ribuan Nelayan

Kementerian KKP Menyegel Pagar Laut di Pesisir Kabupaten Tanggerang.

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang masih terus berlangsung. Kerugian nelayan ditaksir mencapai Rp9 miliar dalam tiga bulan terakhir. Pemasangan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer ini diklaim sebagai upaya mitigasi abrasi, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan dampak ekonomi dan ekologis yang jauh lebih besar.

Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Mokhammad Najih, menyebut angka kerugian tersebut masih merupakan hitungan kasar berdasarkan keluhan para nelayan.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya pagar laut itu, nelayan harus memutar hingga 30 kilometer lebih, sehingga biaya bahan bakar melonjak tiga kali lipat,” jelas Najih di Jakarta, Kamis (16/1), dikutip dari ANTARA.

Investigasi awal menunjukkan bahwa dampak proyek ini lebih luas daripada yang diperkirakan.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Fadli Afriadi di Tangerang, Rabu (15/1), juga mengatakan bahwa kerugian nelayan diperkirakan mencapai Rp9 miliar dengan menghitung penurunan rata-rata penghasilan nelayan Rp100 ribu per hari.

“Asumsinya 1.500 nelayan melaut selama 20 hari dikali sekian bulan. Tiga bulan saja, sudah Rp9 miliar. Ini paling rendah taksiran ekonominya, apalagi 3.888 nelayan,” ungkapnya.

Selain kerugian ekonomi, dampak ekologis dari pagar laut juga menjadi perhatian serius. Struktur bambu dan pemberat pasir yang digunakan mengganggu habitat alami berbagai biota laut, termasuk ikan, udang, dan kerang. Hal ini memperburuk kerusakan ekosistem yang sebelumnya sudah rentan akibat aktivitas manusia.

Pagar ini tidak hanya gagal mencegah abrasi, tetapi juga menciptakan tekanan baru pada lingkungan. Kerusakan ekosistem ini semakin memperberat tantangan bagi nelayan yang mengandalkan hasil laut untuk bertahan hidup.

Pos terkait