Donald Trump Desak Hamas Bebaskan Sisa Sandera

Tampak Pejuang Hamas Setelah Gencatan Senjata (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Jumat (14/2) mengatakan bahwa, jika semua sandera Israel tidak dibebaskan secepatnya, maka ia akan mengupayakan pembatalan gencatan senjata dan Gaza akan menjadi seperti “neraka.”

Israel tampaknya berusaha untuk tetap berpegang pada ketentuan kesepakatan gencatan senjata yang ada tanpa membuat Trump kesal, dengan mengirimkan pesan kepada Hamas melalui mediator bahwa mereka siap untuk melanjutkan kesepakatan jika kelompok itu membebaskan tiga sandera sebagaimana disepakati sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Jika terserah saya, saya akan bersikap sangat keras. Tapi saya tidak bisa memberi tahu Anda apa yang akan dilakukan Israel,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putin, mengutip dari TOI, Sabtu, 15 Februari 2025.

Trump kemudian terlibat menetapkan deadline agar Hamas setuju membebaskan tiga sandera hari ini, setelah kelompok pejuang itu awalnya mengancam akan menunda pembebasan.

“Bagus, Anda punya waktu hingga pukul 12 siang pada hari Sabtu untuk melakukannya. Saya pikir mereka harus membebaskan semua sandera,” ucap Trump.

Pernyataan Trump muncul saat berita Channel 12 melaporkan bahwa utusan Timur Tengahnya, Steve Witkoff, sedang berupaya mengamankan pembebasan para sandera yang masih hidup pekan depan.

Sebelumnya, Kelompok militan Palestina di Gaza mengatakan mereka akan membebaskan sandera Iair Horn, warga negara AS-Israel Sagui Dekel-Chen, dan warga negara Rusia-Israel Alexandre Sasha Troufanov pada hari Sabtu, sesuai dengan ketentuan gencatan senjata dengan Israel.

Pengumuman tersebut, setelah berhari-hari ketidakpastian tentang apakah gencatan senjata yang disepakati bulan lalu akan berlaku, menyusul upaya keras oleh mediator Mesir dan Qatar untuk menjaga agar perjanjian yang didukung AS bulan lalu tetap pada jalurnya. (rp)

Pos terkait