Demo Ribuan Pelajar Papua Pegunungan Tolak Makan Bergizi Gratis

Ribuan Pelajar di Papua Pegunungan Demo Menolak Makan Bergizi Gratis, Senin (17/2) (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, WAMENA – Ribuan pelajar menggelar demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan makan bergizi gratis (MBG) dan menuntut pendidikan gratis di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Senin (17/2).

“Demonstrasi ini diikuti oleh pelajar SMP, SMA dan mahasiswa, sudah dimulai sejak pagi tadi,” Kabag Ops Polres Jayawijaya Ajun Komisaris Polisi Suparmanto pada Senin (17/2).

Bacaan Lainnya

Ribuan pelajar tersebut turun ke jalan sejak pukul 08.00 waktu setempat. Berdasarkan keterangan polisi, pelajar itu datang dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yahukimo. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Tolak makan bergizi gratis, berikan kami pendidikan gratis,” demikain tertulis di salah satu spanduk. Asken Yohans, salah seorang pelajar yang ikut demo, mengatakan dia dan ribuan siswa di Wamena dan Papua secara umum membutuhkan akses terhadap pendidikan gratis dan fasilitas sekolah yang memadai.

“Kitorang tidak ingin makan bergizi gratis, yang kitorang ingin sekolah mudah, mau berobat mudah, itu sudah,” kata Yohans.

Berbagai bentuk penolakan itu juga terekam dalam laporan video yang tayang di instagram @infowamena. Salah satu potongan video melihatkan seorang siswa berorasi di hadapan ribuan masa berpakaian putih abu-abu.

Aksi pelajar itu sempat ricuh, dan polisi menembakkan gas air mata kearah para pendemo. Namun, polisi mengatakan tembakan gas air mata itu dilakukan sesuai prosedur. Alasan polisi menembakkan gas air mata karena ada lemparan batu dari arah kerumunan kepada aparat yang bertugas.

Kericuhan itu tak berlangsung lama. Pelajar yang meminta bertemu dengan penjabat gubernur kini telah berkumpul di depan kantor Bupati Jayawijaya.

“Kini kondisinya sudah kondusif. Pelajar sedang beraudiensi dengan penjabat gubernur dan didampingi Wakil Polres Jayawijaya,” ujar Suparmanto. (rp)

Pos terkait