INDONESIA98.COM, JEDDAH – Ukraina menyetujui usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari dan siap segera menggelar perundingan dengan Rusia. Delegasi AS dan Ukraina memulai pembicaraan untuk membahas prospek kemungkinan kesepakatan damai Moskow-Kyiv di Jeddah, Arab Saudi pada Selasa (11/3).
“Hari ini kami mengajukan tawaran yang telah diterima Ukraina, yaitu untuk melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan segera,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, diberitakan AFP, Rabu (12/3).
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menghadiri pembicaraan tersebut, di hadapan Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Rencana gencatan senjata Ukraina dan Rusia muncul setelah kedua negara tetangga tersebut terlibat perang selama lebih dari tiga tahun sejak 24 Februari 2022.
Rubio mengatakan, Ukraina menyetujui usulan gencatan senjata selama sebulan penuh dalam perang melawan Rusia. Menurutnya, Ukraina awalnya hanya mengusulkan berbaikan dengan Rusia dan menerapkan gencatan senjata sebagian pada serangan udara dan laut
Tawaran tersebut kemudian diperbanyak dengan persetujuan gencatan senjata selama sebulan penuh dalam perang Ukraina-Rusia.
“Kami akan sampaikan tawaran ini kepada Rusia dan kami berharap mereka akan setuju untuk berdamai,” kata Rubio.
Di Washington, Trump berharap gencatan senjata segera terjadi. Dia mengatakan siap menyambut Zelensky untuk kembali berunding ke Gedung Putih. Dia juga berencana berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini untuk menyiapkan gencatan senjata menyeluruh di Ukraina.
“Saya tahu kami akan mengadakan pertemuan besar dengan Rusia besok dan beberapa percakapan hebat diharapkan akan terjadi,” tutur Trump. (au)








