Trump Instruksikan Militer AS Serang Kelompok Houthi Yaman

Milisi Houthi (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terhadap Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran pada hari Sabtu (15/3). Instruksi serangan atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump.

Serangan ini adalah balasan atas serangan kelompok itu terhadap pelayaran di Laut Merah. Trump, memperingatkan “neraka akan menghujani” mereka jika tidak berhenti.

Bacaan Lainnya

Trump juga memperingatkan Iran, pendukung utama Houthi, bahwa mereka perlu segera menghentikan dukungan kepada kelompok itu. Dia mengatakan jika Iran mengancam Amerika Serikat, “Amerika akan meminta pertanggungjawaban Anda sepenuhnya dan, kami tidak akan bersikap baik tentang hal itu!”.

Dikutip dari Reuters, serangan AS yang sedang berlangsung merupakan operasi militer AS terbesar di Timur Tengah sejak Trump menjabat pada bulan Januari lalu, dan terjadi saat AS meningkatkan tekanan sanksi terhadap Teheran sambil mencoba membawanya ke meja perundingan mengenai program nuklirnya.

Sedikitnya 13 warga sipil tewas dan sembilan terluka dalam serangan AS di ibu kota Yaman, Sanaa, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Houthi.

Enam lainnya, termasuk empat anak-anak dan satu wanita, tewas dan 11 terluka dalam serangan AS di provinsi utara Saada, TV Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan.

“Ledakan itu dahsyat dan mengguncang lingkungan sekitar seperti gempa bumi. Ledakan itu membuat wanita dan anak-anak kami ketakutan,” kata salah seorang warga, yang menyebut namanya Abdullah Yahia, kepada Reuters.

Sebelumnya, Houthi melancarkan lebih dari 100 serangan yang menargetkan pengiriman barang lewat kapal sejak November 2023, dengan mengatakan bahwa mereka bersolidaritas dengan Palestina atas perang Israel dengan Hamas di Gaza.

Selama periode ini, Houthi Yaman tetap tangguh dan terus menyerang, menenggelamkan dua kapal, menyita satu kapal lagi, dan menewaskan sedikitnya empat pelaut dalam serangan yang mengganggu pengiriman global. Serangan Houthi ini memaksa perusahaan untuk mengubah rute ke perjalanan yang lebih jauh dan lebih mahal di sekitar Afrika selatan. (au)

Pos terkait