Indonesia98.com, Jakarta – Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) melalui situs webnya mengumumkan bahwa Jokowi masuk dalam nominasi finalis tokoh kejahatan terorganisasi dan korupsi 2024.
OCCRP adalah organisasi investigasi global yang berfokus pada pelaporan kejahatan terorganisir dan korupsi. Penilaian mereka didasarkan pada data dari jurnalis, pembaca, serta jaringan global mereka. Finalis tahun ini mencakup berbagai pemimpin dunia yang dianggap terkait dengan praktik korupsi besar-besaran dan otoritarianisme.
Presiden ketujuh RI Jokowi tergabung bersama lima finalis lain yang paling banyak dipilih tahun ini. Keempat tokoh lain yang masuk kedalam kategori itu adalah Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Hasina, dan Pengusaha dari India Gautama Adani.
“Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP,” demikian keterangan OCCRP di situs webnya pada Selasa, 31 Desember 2024.
“Pemerintah yang korup ini melanggar HAM, memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, dan pada akhirnya menciptakan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka. Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang kejam atau revolusi berdarah,” kata penerbit OCCRP Drew Sullivan.
Jokowi mempertanyakan hal apa yang dikorupsi olehnya. Jokowi juga meminta penilaian tersebut harus dibuktikan dan jangan asal menuduh.
“Ditanyakan saja ke sana. Orang kan bisa memakai kendaraan apa pun, bisa pakai NGO, partai, atau ormas untuk menuduh, membuat framing jahat, membuat tuduhan jahat-jahat seperti itu ya, begitu ya,” kata Jokowi ketika ditemui awak media di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 31 Desember 2024.









