INDONESIA98.COM, JAKARTA – Usulan mengenai pejabat naik kendaraan umum yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mendapat tanggapan dari para Menteri.
Menteri ESDM yang juga Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan dia tak perlu diajari untuk naik angkutan umum karena pernah menjadi sopir angkot.
“Yang menyampaikan ide itu siapa? Tolong kasih tahu kepada pengamat itu, kalau menteri, saya Bahlil, jangan ajari saya naik angkutan umum karena saya kondektur angkot 3 tahun di terminal, jadi sopir angkot 2 tahun waktu sekolah SMA. Kuliah juga bawa angkot,” kata Bahlil di The Highland Park Resort, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/2).
Dia mengaku tak masalah jika diminta untuk naik angkutan umum. Dia juga mengaku bersedia jika diminta memberikan penjelasan terkait pemahaman penggunaan kendaraan umum.
“Nanti kalau memang butuh upgrading, pejabat untuk bagaimana teknik naik angkot, nanti saja saya saja yang jadi pengajarnya,” kata Bahlil.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, tertarik menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantornya. Meutya mengatakan menuju kantor Komdigi dari kediamannya sejauh 15 Km
“Tertarik naik sepeda sesekali. Semoga masih kuat,” kata Meutya.
Sebelumnya, Wakil Ketua MTI, Djoko Setijowarno mengatakan pejabat negara harus membiasakan menggunakan angkutan umum. Djoko mengusulkan agar pejabat minimal sekali seminggu naik angkutan umum.
“Semestinya, pejabat negara membiasakan menggunakan angkutan umum, minimal sekali seminggu. Dengan bercampur dengan masyarakat umum, akan mengetahui kondisi sebenarnya kehidupan masyarakat,” kata dia. (ar)








