INDONESIA98.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan melancarkan serangan udara terhadap Yaman, setelah sebuah rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi menghantam dekat Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pada Minggu, (4/5). Serangan tersebut menyebabkan penundaan penerbangan serta luka ringan pada tujuh orang.
“Presiden Trump benar! Serangan Houthi berasal dari Iran. Israel akan membalas serangan terhadap bandara utama kami, di waktu dan tempat yang kami tentukan,” ujar Netanyahu dalam unggahannya di platform X, Minggu (4/5).
Mengutip dari Anadolu, Senin (5/5), sistem pertahanan udara “Arrow” (Hetz) milik Israel dan sistem THAAD milik AS gagal mencegat rudal yang menghantam dekat bandara.
Insiden itu menyebabkan penundaan penerbangan selama sekitar satu jam dan membuat sejumlah maskapai internasional termasuk Lufthansa, Swiss, Austrian Airlines, Air India, ITA Airways, dan Air Europa membatalkan penerbangan ke Tel Aviv pada hari yang sama.
Kelompok Houthi mengklaim telah berulang kali menargetkan Bandara Ben Gurion dalam beberapa bulan terakhir, tetapi ini pertama kalinya rudal mereka mencapai area yang memicu gangguan operasional bandara.
Kelompok yang didukung Iran ini sebelumnya menghentikan serangan setelah gencatan senjata Gaza diumumkan pada Januari, namun melanjutkannya sejak Israel meluncurkan kembali serangan udara ke Gaza pada Maret lalu.
Houthi juga terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak November 2023 sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina. (rp)









