PSI Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum Baru

Wakil Ketua PSI Andy Budiman saat jumpa pers bahas Pemilu Raya PSI di Solo (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi membuka pendaftaran bakal calon ketua umum mulai 13 Mei mendatang di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Jakarta. Proses pendaftaran akan berlangsung hingga 18 Juni 2025.

Juru Bicara DPP PSI Beny Papa menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dilaksanakan di Kantor DPP PSI. Layanan pendaftaran akan dibuka setiap hari pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.

Bacaan Lainnya

“Per hari ini tanggal 13 Mei, kami membuka masa pendaftaran bakal calon ketua umum Partai PSI yang seluruh prosesnya akan dilaksanakan di Basecamp DPP PSI pada pukul 09.00 sampai 18.00 dengan syarat khusus,” ujar Beny dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (13/5).

Menurut Beny, bakal calon ketua umum wajib memenuhi syarat khusus berupa dukungan dari pengurus daerah PSI, yakni 5 rekomendasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 rekomendasi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

“Bakal calon ketua umum yang akan mendaftar sebagai ketua umum Partai PSI wajib membawa surat dukungan resmi dari 5 DPW dan 20 DPD dari seluruh Indonesia,” jelas Beny.

Hari pencoblosan untuk memilih ketua umum akan digelar pada tanggal 12-19 Juli 2025. Sedangkan hasilnya akan diumumkan pada 19 Juli bertepatan dengan Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah

Sebelumnya, PSI akan menggelar Pemilu Raya yang merupakan forum untuk memilih ketua umum partai pada Juli mendatang di Solo, Jawa Tengah.

Pemilu Raya disebut sebagai forum terbuka untuk memilih ketua umum dan juga menunjukkan bahwa PSI bukanlah partai politik yang dimiliki keluarga atau elite tertentu.

“Pemilu Raya akan menjadi awal bagi PSI untuk menjadi ‘Partai Super Terbuka’, yaitu sebuah partai yang dimiliki oleh semua anggota, bukan partai milik keluarga atau elite tertentu,” kata Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman lewat keterangannya.

Pemilihan ketua umum PSI akan menggunakan konsep “one man, one vote” atau satu anggota untuk satu suara.

“Momentum ini akan menjadi sejarah penting bagi kami untuk membangun sebuah tradisi politik baru,” kata Andy. (au)

Pos terkait